Pusat Kuliner Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Posted: Januari 11, 2012 in Catatan Bisnis
Pusat Kuliner Magelang

Pusat Kuliner Magelang

Pusat Kuliner Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

HADIRNYA pusat kuliner yang ada di kawasan Alun-alun Kota Magelang disambut baik para pelaku pariwisata. Keberadaan area yang terlihat lebih bersih dan tertata rapi itu memunculkan optimisme baru bahwa kunjungan wisatawan ke Kota Getuk akan meningkat.

Pengamat sekaligus pelaku pariwisata Kota Magelang, Edi Hamdani menilai, tidak berlebihan apabila pusat kuliner itu menjadi potensi wisata baru yang dapat mendatangkan banyak wisatawan.

“Kalau boleh mencontoh, bisa melihat Kota Solo dan Jogja yang memiliki banyak pusat kuliner. Tidak sedikit wisatawan tertarik dan senang menikmati aneka menu yang disajikan selain juga nyaman dengan tempatnya,” ujarnya.

Di luar kekurangan dan kelebihannya, pusat kuliner yang ada di alun-alun tersebut patut diapresiasi. Bagaimanapun hal itu merupakan upaya pemerintah dalam menata area publik.

“Alun-alun adalah wajah kota. Kalau kondisinya kotor dan semrawut, kita juga yang malu. Karena itu, penataan dengan memunculkan pusat kuliner ini sedikit demi sedikit merubah alun-alun menjadi tempat yang nyaman,” katanya.

Sebagai pelaku pariwisata, pihaknya juga siap ikut mempromosikan kawasan yang belum bernama itu meski bukan wewenangnya. Minimal dipromosikan kepada para tamu. Tamu hotel bisa diarahkan untuk mengunjunginya baik sekadar melihat maupun sekaligus menikmatinya.

“Baru sebatas itu yang bisa kami lakukan. Tidak menutup kemungkinan lebih dari itu, bersama pemerintah mempromosikannya ke dunia luar,” tandas bapak yang juga ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang itu bersemangat.

Pihaknya juga mengajak kepada para pelaku industri perhotelan untuk ikut mempromosikan pusat kuliner itu. “Tidak hanya di kawasan alun-alun, di titik-titik yang lain juga perlu dukungan promosi seperti area Sigaluh, Pecinan, dan Shopping,” imbuhnya.

Pusat kuliner ini sendiri baru dibuka awal Januari 2012. Di sisi utara, ada 44 tenda seragam warna orange menyala yang dihuni para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya biasa mangkal di alun-alun. Sementara di sisi selatan ada angkringan (kucingan) yang hanya buka di malam hari.

Penataan kawasan alun-alun ini menelan biaya lebih kurang Rp 2,1 miliar. Tak hanya PKL, area parkir baik motor maupun mobil pun ditata termasuk penggantian trotoar dari paving ke keramik.

“Kami harap uang sebanyak itu tidak terbuang sia-sia. Penataan PKL, parkir, dan trotoar bagian dari penataan alun-alun. Tujuannya, agar area publik ini enak dilihat dan nyaman dinikmati,” ujar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Magelang, Drs Isa Ashari MM. (Asef F Amani)

Ket: Dimuat Suara Merdeka

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s