Usaha Jasa Rental Sepeda Onthel

Posted: Februari 24, 2011 in Catatan Bisnis

<Peluang Usaha>

Jasa Rental Sepeda Onthel

Minim Pesaing, Peluang Bisnis Menjanjikan

Rental Sepeda Onthel

USAHA rental sepeda motor, mobil, atau rental film sudahlah biasa. Tapi bagaimana dengan rental sepeda? Ya, mungkin agak terdengar aneh. Sebab, jenis usaha ini belum familiar di telinga kebanyakan orang. Usaha ini pun belum banyak berdiri di tengah masyarakat dan perkembangannya juga tidak secepat usaha rental yang lain.

Belum banyak inilah yang justru menjadi peluang bisnis sendiri terutama di kota-kota yang unsur budayanya masih kental seperti Jogjakarta, Bandung, atau Bali. Pasalnya, kota dengan unsur tradisionalnya yang kental, berpotensi besar untuk tumbuh kembang usaha rental sepeda terutama sepeda tua sejenis Onthel.

Peluang inilah yang coba ditangkap oleh Pramono (60) dengan mendirikan perusahaan rental sepeda Onthel di Jogjakarta. Warga asli Magelang ini baru 1,5 tahun merintis usaha tersebut dan Jogja dipilih sebagai pilot project mengingat Jogja sebagai kota tujuan wisata utama kedua di Indonesia setelah Bali.

Sayangnya, usahanya ini belum memiliki nama dan belum diluncurkan serta belum untuk konsumsi masyarakat luas. Selama ini, yang menggunakan jasanya masih dari kalangan terbatas. Namun, ia memastikan sekitar 1-2 bulan ke depan, bisnisnya ini siap dipublish dan siap melayani masyarakat secara lebih luas.

“Semoga tidak ada kendala berarti, usaha ini akan saya publikasikan segera. Sekarang masih try and error sekaligus menjajal pasar sambil terus menambah armada sepeda Onthelnya. Saya optimis usaha ini akan mudah diterima pasar,” ujarnya saat ditemui di kediamannya Jl Letjend Sarwoedi Magelang.

Pria kelahiran Magelang 24 Desember 1950 ini menjelaskan, ketertarikannya berbisnis ini karena melihat peluang yang belum banyak dilirik orang. Memang ada beberapa yang sudah menjajal jasa ini, tapi dinilainya kurang memuaskan karena sepeda yang digunakan terkesan asal-asalan.

Sementara, dirinya mengklaim semua sepeda Onthelnya tampil prima dan fresh serta tetap mempertahankan keantikannya. Sepeda tua yang usianya sekitar 60 tahun dibelinya dari pedagang atau kolektor di seluruh Indonesia lalu diperbaiki bagian-bagian yang rusak. Tidak sedikit yang diganti dengan spare part NOS (New Old Stok) alias stok lama yang tidak terpakai sehingga masih terbilang baru.

Barang yang sudah diperbaiki lalu dicat menjadi beberapa warna seperti hijau muda, hitam polos, coklat muda, dan perpaduan warna hitam dan merah. Sepeda tua berbagai merek seperti Gazelle, Raleigh, Simplek, Batavis, dan lain sebagainya disulap menjadi lebih fresh dan menarik perhatian mata.

Petani Jarak di Gunung Kidul ini mengaku, ia sudah menyelesaikan sekitar 300 sepeda yang dikenal juga dengan istilah “Pit Unto” ini. “Sepeda sebanyak itu, sudah siap melenggang di jalanan raya Jogjakarta yang digunakan baik oleh para wisatawan maupun masyarakat umum,” katanya bangga.

Ratusan ribu rupiah ia keluarkan untuk membeli sepeda tua ini. Lalu tidak kurang dari Rp 1 juta dihabiskan untuk mereparasi dan merestorasi sepeda ini per unitnya. Apa yang telah dikeluarkannya memang sebanding dengan keluaran yang memuaskan, menjadi sepeda tua yang tampil prima, fresh, dan menarik perhatian mata siapa saja.

“Saya tidak akan menjualnya sekalipun ditawar dengan harga tinggi. Saya hanya akan menyewakannya (rental) kepada siapa saja yang berminat. Saya ingin kembalikan fungsi semula sepeda ini sebagai alat transportasi yang nyaman dan aman, bukan sebagai barang kolektor,” tegasnya.

Rental Sepeda Onthel

Meski  masih dalam tahap perintisan usaha, Pramono mengaku sekitar 300 sepeda yang telah jadi sudah sering disewa oleh beberapa instansi baik di Jogja maupun di Magelang sendiri. Sebut saja misalnya UGM dan Rokok Sampoerna yang menyewa sejumlah sepeda miliknya untuk kegiatan para karyawannya.

“Dibilang unik, iya. Kalau biasanya karyawan korporat sukanya berkegiatan outbond atau rafting, mereka (UGM dan Sampoerna, red) meminjam sepeda di kita dan digunakan untuk kegiatan refreshing mereka sekaligus sebagai keakraban atau gathering antarkaryawan,” jelasnya.

Ini baru contoh. Bapak yang juga pengusaha restoran ini mengemukakan, ke depan ia akan menyasar pasar lebih luas lagi. Hotel adalah salah satunya karena industri perhotelan sangat dekat dengan dunia pariwisata yang menjadi tujuan utamanya.

Pria yang juga petani Jarak di Gunung Kidul ini menuturkan, pihaknya akan menggandeng sejumlah hotel di Jogja sebagai mitra dengan sasaran penggunanya para tamu hotel. Para tamu, katanya diprediksi akan sangat antusias menyambut jasanya ini karena bisa menjadi nilai lebih (value added) baik bagi hotelnya sendiri maupun Jogja sebagai kota tujuan wisatanya.

“Siapa saja bisa meminjam sepeda Onthel ini dengan tarif cukup murah. Sementara ini, kami terapkan tarif 1 Dolar selama sehari (One Dolar a Day) atau sekitar Rp 8000-Rp 9000,” ungkapnya seraya menambahkan akan ditaruh sepeda tua antara 4-5 unit tiap hotel.

Biaya reparasi dan restorasi sepedanya sendiri berkisar Rp 1 juta per unit. Itu bukan seberapa seandainya usahanya ini benar-benar disambut hangat masyarakat. Dengan visi turut mengembangkan dunia pariwisata sambil tetap sehat dan menjaga lingkungan, ia optimis usahanya ini akan disambut antusias.

Selain hotel, ia pun akan menggandeng juga tempat-tempat wisata yang mana fasilitas rental sepeda ini sebagai pelengkap fasilitas objek wisata tersebut. Sasaran ini, katanya tidak lain tidak bukan dengan tujuan memberikan pengalaman berbeda kepada para wisatawan saat berwisata ke Jogja sambil tetap sehat dan mendukung langkah go green.

“Berkeliling kota Jogja tentu akan sangat berkesan ketika dinikmati dengan bersepeda. Bangunan kuno yang masih banyak berdiri dapat leluasa dinikmati sambil genjot sepeda. Apalagi sepeda yang digunakan termasuk sepeda kuno, tentu ini adalah pengalaman sendiri bagi penggunanya,” paparnya.

Meski usahanya terbilang belum berjalan, ia memiliki banyak impian yang tidak sabar untuk segera diwujudkan. Salah satunya, ia akan mengembangkan usahanya ini menjadi bermacam-macam seperti paket foto prewedding, paket wisata sepeda dengan berseragam busana ala jaman dulu, dan segudang impian lainnya termasuk memperlebar pasar ke Pulau Dewata Bali.

“Tapi itu nanti, sekarang kita ingin fokus dulu untuk segera meluncurkan jasa rental sepeda ini karena sudah banyak yang mengantri. Bisa dibilang persiapan mendekati seratus persen. Sepeda yang sudah siap, segera dibawa ke Jogja dan kita akan jalin kerja sama dengan sejumlah hotel di Jogja termasuk juga tempat-tempat pariwisatanya,” ungkapnya.

 

(Asef F Amani)

 

 

Iklan
Komentar
  1. abdul mutholib berkata:

    menghaturkan selamat kepada pak pramono atas usaha rental sepedanya. semoga sukses, o ya dimana tempat/markas sepeda onthelnya.mohon info.
    matur nuwun

    • asefamani berkata:

      terima kasih mas abdul apresiasinya. tempat usaha beliau di Jl Sarwo Edi Wibowo Magelang (deket perempatan pakelan magelang).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s